Monday, December 10, 2018

Forever Home


When I first met you,
a certain melody struck my curiosity.
Although I know I should no pursue.
But like a good music I am drawn to the beat.
Playing a new genre, one that unheard of.
Pulling me from the reality, into lala land.
In a state of ecstasy.
The mind says no yet,
I let the rhythm lead the way.
The melody draws my interest,
the lyric captures my attention.

The story unleashed,
with a verse of struggling headstrong little girl,
bearing the weight of her world.
With a  shield that’s never belonging,
and broken smile upon her face.
tho a small ray of sunshine upon her life,
yet the song is playing a certain uplifting rhythm

Come in to the chorus where the reality kicks in.
What was borrowed needs to be return.
For if it’s meant to be, it will be.
The girl wonder and searching for her forever.
Someone to call her own,
who will always be there and to cherish and to hold,
till death do they part.

What doesn’t kill you will only make you stronger
Which is what becoming of her, becoming stronger and wiser
Scars over her heart but her minds clearer
With each step firmer than before, the song ending with a tougher rhythm,
Even if the chorus were to recur, it won’t break down
and repeat until the heart find its forever home.

 ~Hananomae~ 10/12/2018


Sunday, October 7, 2018


Ada hari ku rasa tenang
Hari itu aku lalui dengan langkah yang mudah,
Dan hari yang lain nya aku tak tenteram.
Jantung ibarat tempo capriccio
Fikiran ku lah instrument
Kau sebagai conductor
Ku cuba berhenti bermain namun  
progression chord nya semakin ke allegro
Cadence nya menghampiri namun mendustai.
De Capo lalu ulang dan ulang

Thursday, June 28, 2018

Look into the mirror.

aku benci kamu,
dan tak akan sesekali akan ku bilang
Aku mencintaimu,
andai dapat ku undurkan putaran dunia.
Semua tak akan sama,

bagai kan jeritan di dalam hati.
membuat aku bingung
Melihat kau besamanya
membuat aku gembira dan tenang.
Kenangan yang lalu

kembali lah tersenyumanmu seperti dulu.
bagaikan dihiris sembilu duka,
Melihat kau bersedih
adalah anugerah yang teristimewa.
memori kita itu
adalah lah satu kepalsuan dan
Aku lupa akan diri mu,

~Hananoame~

Side story



Ini lah reliti kehidupan

Meskipun ramai yang ingin kan kesempurnaan

Intan permata yang tak berkesudahan

Sesaat di realiti bagaikan fantasi mengelamun


Sayang jika kau tahu apa yang kau mahu

Yang kau impikan tulus di dalam hati

Objektif kehidupan yang kau mahu

Ukiran hati dibalik melodi


~Hananoame~ (28/06/2018)

Tuesday, May 29, 2018

I HATE YOU!!


Benci

Aku benci kamu,
Benci melihat kamu,
Benci mendengar suara mu,
Benci kau datang mencari ku. Aku Benci..
Malah yang paling aku benci ialah AKU BENCI MEMBENCI MU,
Ingin saja aku padam api ini, Marak dan marak membakar diri,
Agak tenang hati ini, bila malam datang menjelma aku menjerit di dalam hati ku,
Adakah kau mendengar? Adakah kau merasai?
Terduduk aku di bawah pohon yang dulu tempat berteduh,
Dahulu itu tempat kita, tempat kita bersama,
Dan kini yang tinggal hanya memori, tampa melodi,
Ditemani bunyi jam tik tik tik
Jam 4 pagi, ku butuh kopi.

~Hananoame~ (2016)

And counting…







And counting…

123

708 hari

Dan hari ini tak pernah beza

Semalam tak pernah nyata

Antara apa yg terjadi dan mungkin terjadi

Kata orang, kita tak bias sesal apa yang kita telah lakukan

Tapi apa yang tidak kita lakukan

Yg tersirat dah tersurat

Tak mudah difahami jalan ini

Terlajak perahu, kapal berlayar

Maka apa yang akan aku sesal kan hari ini?

~Hananoame~ 02/04/2018

Mencari Melodi Di bawah pohon rendang di tengah taman Sang mantan di dalam kegelapan duduk Berteman kan kertas coretan lagu, gitar d...